Gayo Highlands, Aceh · Specialty Grade Arabica
Fermented, not Flavored.
Brand Story
1,450 metres. Volcanic soil. 29 days.
Sebagian besar fermentasi berhenti di hari ke-15. Kami tidak.
Ketika cherry Gayo disegel dalam tank anaerobic kami, kami biarkan sains bekerja sampai tuntas — sampai yeast alami mengubah setiap gula buah menjadi sesuatu yang rasanya seperti wine, plum, dark berry.
No flavoring. No shortcuts. Just time, pressure, and the highlands of Aceh doing what they've always done best.
The number on the bag is the promise.
The Experience
Bukan sekadar kopi.
Ini rasa yang perlu waktu.
Setiap cangkir 29 Days membawa cerita dari 1,450 meter di atas laut — dari tangan petani Gayo yang memilih cherry matang satu per satu, sampai ke tanganmu. Rasa yang tidak bisa terburu-buru, dan tidak bisa dipalsukan.
Kenapa 29 Hari?
Standar industri fermentasi anaerobic adalah 10–15 hari. Kami butuh 29. Karena di situlah lapisan rasa yang kompleks terbentuk — wine, dark berry, stone fruit, dengan finish yang panjang. Proses yang lebih lama bukan berarti lebih sulit. Berarti lebih sabar.
Tasting Notes
"Arabica Specialty Grade · Roast Light-Medium · Ateng + Timtim cultivar · 1,450–1,600 mdpl"
Produk Kami
Bedanya di mana?
Spesifikasi Produk
| Proses | Anaerobic Wine Fermentation — closed tank, no oxygen |
| Durasi | 29 hari penuh — hampir 3x lebih lama dari industri standar (10–15 hari) |
| Ketinggian | 1,450–1,600 mdpl · Gayo Highlands, Aceh, Sumatra |
| Varietas | Ateng + Timtim — traditional Gayo cultivars |
| Roast Level | Light-Medium — preserves wine-like fruit acids |
| Tasting Notes | Wine · Plum · Dark Berry · Lingering Finish |
| Grade | Arabica Specialty Grade · Numbered batch |
Free Sample · Batch 001
20g Gayo Wine, gratis termasuk ongkir. 2 menit untuk isi form.
Claim Sample Gratis47 slot tersisa dari 100